Category Archives: 05 – Potret

Menjulang Mimpi

Menjulang Mimpi

Setiap Malam, hujan petir, dingin beku menjadi kebiasaan persetubuhan bagi korban tsunami, tenda darurat hanyalah saksi untuk menegaskan bahwa korban tsunami belum mempunyai rumah. Ini bukan soal cerita kesedihan dan ratapan, menjulang langit tak harus bersama lembaga donor dan pemberi mimpi yang ada di Aceh, menjulang langit dapat dilakukan dengan tangan-tangan gemetar, karena mereka masih lapar, jauh dari hingar-bingar cerita sukses pembangunan kembali korban tsunami dipower point orang-orang Jakarta.

Mengais Dalam Kubangan Lumpur

Mengais Dalam Lumpur

Bertahan hidup tak harus membuat halal setiap jengkal rezeki, tak harus memakai dasi, tak harus menggunakan mobil, tak harus mendapatkan lebih dari sesuap nasi, tak harus duduk diruang AC dan furniture, tak harus muda, tak harus sekolah, dan tak harus menghilangkan senyum.

Bertahan hidup adalah bagian dari cerita jutaan manusia yang terserak dikolong kemelaratan, kemiskinan structural, dan kematian yang tak pernah ditangisi. Mereka lebih mulia ketimbang koruptor dan pemakan uang rakyat walau hanya mengais dalam kubangan Lumpur, comberan, dan gulai sampah.