Category Archives: Konflik Satwa

Suaka Gajah; Salah Satu Opsi Mitigasi Konflik

Suaka Gajah-1HUTAN Aceh merupakan habitat Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), setiap tahunnya tutupan hutan Aceh mengalami pengurangan luas, sejak tahun 2006 – 2010 kurang lebih 40 ribu hektar hutan Aceh terdeforestasi setiap tahunnya, dari luar dan dalam kawasan hutan (Analisis spatial FFI Aceh, 2011). Pengurangan luas tutupan hutan Aceh disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, antara lain; illegal logging, konsesi perkebunan dan pertambangan, pembukaan jalan didalam kawasan hutan.

Berkurangnya luas tutupan hutan Aceh berdampak terhadap meningkatnya intensitas konflik satwa dan manusia, terutama species Gajah sumatera. Hutan yang menjadi habitat Gajah telah terfragmentasi, demikian juga dengan koridor atau lintasan gajah tidak terkoneksi satu dengan yang lain.  Baca lebih lanjut

Hutan Hancur, Satwa Liar Turun Gunung

Teks Dewa Gumay ¦ Foto Mahdi Ismail

Konflik Satwa-Manusia, kini masif terjadi di hutan Aceh

“Konflik antara satwa dan manusia terjadi masif di pinggiran hutan Aceh, perebutan ruang adalah substansi latar belakang lahirnya konflik. Manusia perlu melihat kembali tata kelola dan ruangnya dengan rasional, jika tidak, catatan konflik akan terus bertambah. Manusialah yang harus berpikir, karena satwa tak mungkin bernegosiasi membatasi wilayah jelajahnya. Konflik satwa-manusia, laksana mengurai benang kusut, dari persoalan habitat satwa yang mulai sempit hingga dana penanggulangan yang minim, semuanya terjalin kelindan dengan urusan kewenangan pengelolaan konservasi antara pusat dan daerah. Kandasnya, ada persoalan laten menyelusup di balik konflik satwa liar.”

Baca lebih lanjut