Konsistensi Masyarakat Bishnoi

Oleh; Dewa Gumay

POHON Khejri di Desa Bishnoi, Rajastan-India adalah saksi sejarah kepahlawanan dan sikap konsisten usaha penyelamatan lingkungan. Sejarah ini tercatat 300 tahun lalu saat Abhay Singh raja kerajaan Jodhpur memerintahkan penebangan pohon khejri. Perintah ini di tolak masyarakat Desa Bishnoi, mereka melakukan protes dengan cara memeluk pohon khejri. Akibatnya 363 orang masyarakat Desa Bishnoi menjadi martir dalam usaha menyelamatkan pohon khejri sebagai sumber kehidupan mereka.

Aksi ini dipimpin oleh seorang perempuan bernama Amrita Devi dan dibantu oleh tiga saudara perempuan-nya, yakni; Asu, Rani, dan Baghu Bai. Aksi ini dinamai gerakan Chipko, dalam bahasa setempat, chipko artinya memeluk.

Aksi memeluk pohon khejri ini, di kemudian hari menjadi inspirasi bagi lahirnya gerakan-gerakan lingkungan di dunia. Di India gerakan chipko menjadi inspirasi lahirnya gerakan ekofeminisme Vandana Shiva.

Vandana Shiva pernah menuliskan “Peluklah pohon-pohon kita” pada salah satu halaman bukunya yang terkenal, Staying Alive: Women, Ecology and Survival in India. Dia mengutip kalimat itu dari sebuah puisi yang digubah pada 1972 oleh Raturi.

Puisi itu mengungkapkan betapa heroik dan puitisnya aktivitas memeluk erat pohon yang dilakukan sejumlah perempuan India untuk menyelamatkan hutan dari agresi keserakahan manusia. Puisi tersebut merupakan sumber dokumentasi awal dari apa yang kini disebut (gerakan) Chipko.

Aksi memeluk pohon yang dilakukan Amrita Devi dan masyarakat Bishnoi, India mungkin bukan termasuk aksi yang fenomenal, setiap orang akan mampu melakukan aksi ini. Apalagi jika ditopang dengan ketergantungan kita terhadap keseimbangan ekosistem, pilihannya; menyelamatkan hutan atau di hantam banjir bandang, serta di buru harimau dan gajah.

Tentu, kita akan memilih menyelamatkan hutan. Seperti jalan yang ditempuh Amrita Devi. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pemegang kebijakan, tak ada pilihan kecuali menyelamatkan ekosistem ketimbang di hantam bencana ekologis.

Sampai pada titik ini, ada sebuah benang merah yang dapat kita tarik, bahwa apa yang dilakukan Amrita Devi 300 tahun lalu dapat kita lakukan saat ini baik pada level masyarakat maupun pada level kebijakan. Memeluk pohon?, kita mampu.

Perjuangan Amrita Devi dan masyarakat Bishnoi dilakukan dalam kurun waktu yang panjang, dan diakhiri dengan sebuah aksi memartirkan diri, satu pohon, satu nyawa. Amrita Devi dan 363 orang masyarakat Bishnoi mati dengan kepala terpancung saat memeluk pohon khejri dengan erat. Mereka martir di ujung pedang prajurit kerajaan jodhpur, India.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa memartirkan diri masyarakat Bishnoi. KONSISTENSI, masyarakat Desa Bishnoi begitu konsistennya mempertahankan batang demi batang pohon khejri dari buldozer kerajaan. Amrita Devi tidak pernah terpengaruh oleh tawaran kemewahan Raja Abhay Singh, hingga nyawa mereka menjadi taruhannya.

Mungkin hal inilah yang membedakan antara masyarakat Bishnoi dengan potret kita hari ini. Mulai dari level atas hingga ke bawah, kerap tidak konsisten dalam mengimplementasikan kebijakan yang telah dibuat –yang dimaksud kebijakan disini tentunya bukan konotasi untuk pejabat saja, tetapi setiap orang yang mempunyai otoritas, termasuk kepala keluarga dalam rumah tangga–.

Hari ini berhenti membalak, besok membalak hutan lagi. Hari ini mengeluarkan kebijakan penyelamatan hutan, besok mengeluarkan izin eksploitasi hutan. Sepertinya, kita memang harus mulai belajar bersikap konsisten, sebelum ekosistem kita hancur. Seperti yang telah di contohkan Amrita Devi dan masyarakat Bishnoi, 300 tahun lalu. Menjadi martir untuk sebuah konsistensi. []

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s