Tak Paham Kode

ADRIAN melepaskan kemeja dan celana jeansnya. Ia berbaring telungkup diatas kasur berukuran single di dalam kamar. Lampu bercahaya redup menerangi kamar seukuran dua kali kasur single. Di dalam kamar terdapat meja setinggi lutut tempat meletakkan air teh hangat, dibawa seorang perempuan disampingya.

”Pijat spot atau pijat therapy mas?,” tanya perempuan.

“Apa bedanya?,” jawab Adrian balik bertanya.

“kalau pijat spot dua jam mas, tapi kalau therapy satu setengah jam,” jelas perempuan itu.

Perempuan itu namanya Intan, dari Tasikmalaya. Adrian memilihnya dari photo yang disediakan pengelola panti pijat. Ada sepuluh photo perempuan disodorkan padanya, tapi dia memilih Intan.

Intan dilihatnya di photo berumur 20 tahun, berbeda dengan perempuan duduk disampingnya berumur sekitar 30 tahun. Rambut Intan panjang sebahu, lekuk tubuhnya kelihatan, dibalur kaos pink ketat tidak berlengan dan celana jeans biru.

“Pijat therapy aja mas,” jelas Intan dengan mengedipkan mata sebelah kiri. “Paling tambah uang Rp25 ribu,” tambahnya.

Adrian sudah memilih pijat spot, biayanya Rp 85 ribu. Menurut Intan pijat spot pijat biasa, pikirannya berubah karena tawaran itu. Intan keluar kamar menemui kasir untuk konfirmasi, melaporkan tamunya merubah menu pijitan dari spot ke therapy. Sejurus sudah masuk lagi.

Satu jam berlalu, Intan memijat mulai dari kaki hingga bahu secara cepat. “Ini baru pemanasan mas,” celetuknya mencairkan suasana sepi kamar itu. Intan kembali lagi memijat kaki, mengoleskan minyak, kemudian mulai memijat bagian paha hingga selangkangan Adrian.

“Maaf mas, celana dalamnya dilepas saja,” perintah Intan.

“Lho, punggung saya kan belum dipijat, kok sudah langsung plus,” berontak Adrian membalikan badannya.

Intan tertawa, tamunya kali ini berbeda. Tamu sebelumnya tanpa disuruhpun mereka sudah melepaskan semua pakaiannya. Pengalaman Intan dalam memijat, jika tamu melepas semua pakaiannya, itu sandi atau kode tamunya ingin dilayani lebih, dan biasanya dilakukan setelah memijat.

Adrian tidak menuruti perintah Intan, dia risih melepas celana dalamnya. Intan tidak protes, dia melanjutkan memijat punggung menuju bahu, lengan dan kepala. Terakhir melakukan peregangan otot.

“Selesai mas, kalau mau mandi silahkan!,” sergah Intan.

“lho, plusnya mana?,” cegat Adrian.

Intan tidak menjawab, sibuk mengisi invoice dan menyerahkannya ketangan Adrian. Tanpa protes Adrian bergegas mengenakan pakaian dan mendatangi kasir, tagihannya Rp85 ribu tertulis di invoice.

Adrian membayar dan bertanya, mengapa tidak dilayani plus seperti dipikirkannya. Kasir menjawab bahwa pijat therapy bukan pijat disertai berhubungan badan, tapi melakukan pijat pada kelamin pria.

Pijat dimaksudkan Adrian dilakukan diluar tagihan invoice, atas persetujuan tamu dan pemijat, untuk meminta pijat ini ada kode atau sandi yang digunakan. Pelanggan tetap biasanya paham soal kode itu, cukup dengan melepaskan semua pakaian, jelas kasir. Adrian segera berlalu dengan muka bersemu, meninggalkan panti pijat di bilangan Tebet itu. []

10 responses to “Tak Paham Kode

  1. Hehe.. semua memang perlu pembelajaran, tutorial & edukasi, coba di
    http://sextutor.edu.tc

  2. hahaha …
    terima kasih bung, tapi nampaknya saya belum perlu,
    tapi mungkin yang lain berminat.

  3. ayolah bang….mencoba jujur dengan pake kata SAYA…hahahaha… :p

  4. bung..
    kapan2 kalo mijat ngajak2 lah..
    hahahahah

  5. mau pijat plus?
    Di dekat kebon saya ada tuh.
    Pijat plus Kerok, Hubungi Mak Anah (56 th), dijamin memuaskan :-))

  6. Hahaha…. jangan galak manske mesen mang gek kesahangan hehehehe……….

  7. Ali … Congra atas orkes Rejung-nya,
    kiban, pajan ke Aceh ?.

  8. Goh lom tau wa ………………

  9. pijat plus?
    hmm..gimana klo pijat minus??
    apo kabar kawan..
    salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s