Ideku Membusuk

Oleh: Dewa Gumay

Kau tahu dalam setiap pergulatan sejarah
Aku kalah
Bahkan, jauh setelah perang
Aku telah dilupakan

Nietzsche benar tentang penggadaian idealisme
Seperti jurnalis menggadaikan jurnalistiknya
Mereka telah dilupakan Jauh setelah perang berakhir
Dan, Jenderal yang mendapat bintang

Ideku membusuk
Terbenam dalam kakus
Kakus yang menyimpan kebusukan
Mata rantai ekonomi dunia

Ideku membusuk
Masuk kedalam mulut-mulut bau
Yang berbicara tentang kesejahteraan
Tapi disampingnya, Orang kelaparan

Ideku membusuk
Ditelan busuknya hati-hati pendusta
Penganut ideologi proposal
Corak produksi penipu rakyat

Dan, Ideku membusuk
Bersama kepala dan tubuhku
Disiram proposal dan selembar kontrak
Tapi … kau tidak Devia, Anakku.

Medan, 5 Agustus 2007.

7 responses to “Ideku Membusuk

  1. Bos, menarik sekali puisinya… jangan lupa creditnya dong….. hahhahahah

  2. Iya neh, kemaren photonya besar jadi diedit, tapi lupa kembali mencantumkan credit photo-nya. thank’s pak Mahdi atas pengingatannya. tapi sudah kuperbaiki, lihat photonya kembali, creditnya saya buat pada bagian atas.

    Jangan kapok ya, kalau photonya, tak pakai lagi.
    dan terima kasih atas kunjungannya.

  3. sip bos, get succes and goodluck ya…. nice block !

  4. wauw, puisnya keren banget.. Photonya juga..
    o ya, link ke Blog ABC, keliatan-a error tuh bos.. 😀

  5. Baguslah kalau idemu sempat membusuk, Bob.
    Biarkan saja terdekomposisi… terurai… menjadi bahan-bahan yang kaya nutrisi.

    Kelak ia menjadi penyokong utama ide-ide baru bertumbuh.🙂

    Atau kalau masih tersisa energimu, awetkan saja ide-idemu.
    Banyak kok bahan pengawet yang ramah lingkungan🙂

    Salam,
    Syam

  6. Mungkin…
    Idemu membusuk adalah sebuah pertanda baik.
    Biarkan saja terurai, terdekomposisi menjadi material yang lebih remah dan kaya nutrisi.

    Siapa tahu…
    Kelak ia menjadi media tempat ide-ide baru bertumbuh.
    Ide-ide yang lebih sehat, brilian.

    Atau kalau tersisa energimu,
    coba bubuhi bahan pengawet.
    Ada banyak bahan pengawet yang organik nan ramah lingkungan🙂

  7. kita berharap banyak pada setia Devia yg kita miliki
    dari ide-ide yang terus kita perbarui dan tak akan membiarkannya membusuk.
    salam jabat erat mas dewa gumay🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s