|Vibrant dan Rahasia Kekuatan Menyanyi|

Oleh: Budi Arianto | Penulis di Ujung SumateraBila kita  mengenang saat-saat mengikuti training vibrant, maupun sedang melakukan training dengan vibrant, hal yang jarang sekali ditinggalkan adalah menyanyi. Benarkah demikian? Saya pun tak pernah meninggalkan kesempatan untuk mengajak menyanyi bersama. Pernahkah mencoba mencungkil-cungkil atau mengkaji-kaji kenapa harus menyanyi. Pernahkah kita pertanyakan apa pentingnya menyanyi. Barangkali pernah, setidaknya nyanyi dijadikan sebagai bagian penyemangat atau menciptakan kegembiraan.Tapi tenyata, baru saya menyadari kekuatan di balik nyanyian. Menyanyi, sungguh merupakan aktivitas sederhana yang memiliki kekuatan yang besar, baik untuk diri sendiri maupun mereka yang mendengarkannya. Menyanyi akan mengantarkan aliran antusiasme  yang akan membangkitkan semangat hidup. Itu baru sekelumit yang saya tangkap dari ungkapan yang tulus dari salah seorang ibu ketika seminggu lalu saya memfasilitasi training intrepreneurship di kota meulaboh dengan 50 orang peserta. Seluruhnya perempuan. Memang saya selalu meminta setiap kelompok mulai sejak membentuk kelompok dengan nyanyian dan ketika akan mulai presentasi pun diawali dengan nyanyian yang mereka ciptakan sendiri. Dan hasilnya saat mereka presentasi begitu rileks dan bersemangat. Kata seorang ahli, sejak kecil manusia telah belajar menyanyi. Bahkan lebih jauh bahwa tangisan bayi sebagian besar merupakan nyanyiannya sendiri. Begitulah kekuatan nyanyian bayi, orang yang mendengar tangisan bayi waktu baru lahir selalu terharu dan mengucap syukur. Tangisan bayi tidak mengantarkan kesedihan. Tapi kegembiraan. Ingat, ketika masuk TK atau Play group, maka sebagian besar aktivitasnya adalah menyanyi. Demikian halnya dengan remaja, mereka dapat hanyut dan terbawa emosi serta ikut menyanyi bersama-sama dalam satu konser musik. Bahkan ada yang hingga melupakan keselamatanya, ingat konser Ungu, shela on 7, peter pant, Iwan Fals, dan group-group lainnya yang sudah sekian banyak membawa korban.Diusia dewasa pun tidak ketinggalan, dengan digelarnya acara-acara yang mengingatkan lagu-lagu nostalgia, semisal going country di Metro TV atau siaran tv lainya. Begitu pula di cafe-cafe atau restoran yang akan terasa hambar bila tak ada nyanyian. Di kantor-kantor atau di ruang tunggu, sajian nyanyian yang lembut ternyata dapat membunuh kejenuhan. Teringat pula bagaimana pengelola terminal maupun stasiun kereta api berpayah-payah menghadirkan group penyanyi untuk menghilangkan kesuntukan calon pemudik yang berjam-jam harus menunggu saat pemberangkatan.Bagi sebagian orang, menyanyi ternyata mampu menurunkan tekanan beban mental akibat bekerja keras seharian. Ingat bagaimana segerombolan angsa yang terbang bersama juga selalu mengeluarkan bunyi-bunyian. Lihatlah bagaimana saat tentara atau brimob, selalu bernyanyi saat berlari atau melakukan longmart. Bahkan saat akan diberangkatkan ke medan tempur. Nyanyian akan memberikan semangat dan menghilangkan kelelahan.Begitu besarnya pengaruh nyanyian bagi kehidupan manusia. Sampai-sampai Ohio University beberapa tahun lalu melalukan survey. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang setiap hari suka menyanyi dengan ketulusan, ternyata mampu “memperpanjang” usia dan terhindar dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem pembuluh darah dan metabolisme.Sebuah artikel justru mengabarkan bahwa di sebuah rumah sakit di kawasan Cimahi, Bandung, salah satu alat terapi yang ampuh untuk menyembuhkan pasien-pasien mereka adalah dengan terapi menyanyi. Setiap hari pada jam tertentu, semua pasien masuk ke dalam ruang musik untuk mengekspresikan dirinya dengan menyanyi bersama. Alhasil, tingkat kegelisahan pasien dapat dikendalikan, serta hubungan sosial pun dapat ditingkatkan.Sayangnya banyak orang enggan menyanyi karena takut salah dinilai orang. Rasa malu dan rendah diri, terutama di depan orang banyak, ternyata memberi kontribusi terbesar yang membuat orang tidak mau menyanyi. Atau terkadang dalam sebuah pertemuan menyanyi sering pula dijadikan sebagai alat hukuman,sehingga orang enggan menyanyi karena ia dianggap menyanyi untuk menebus dosa.Menyanyi menjadi sesuatu yang sangat menguatkan bila menyanyi karena ungkapan dari dalam diri. Ketulusan. Dan inilah nyanyian yang melejitkan kecerdasan hati. Bahkan ketika mulut tidak mampu mengungkapkan kata-kata untuk menyanyi, bersiul dan bergumam pun sudah merupakan bagian dari nyanyian. Percayalah bahwa nyanyian yang sesungguhnya tidak didahului apakah kita bisa bernyanyi atau tidak. Menyanyi yang sesungguhnya tidak pula karena suara yang kita miliki adalah suara indah.nyanyian yang sesungguhnya adalah nyanyian hati yang diliputi rasa syukur dan sukacita yang didasari oleh ketulusan dan kerendahan hati.Seorang teman berkisah, bahwa ia selalu punya obtimisme, salah satunya karna ia selalu bekerja diiringin oleh nyanyian dan mau-tidak mau ia ikut bergumam dan sering pula ia akan menyanyi setiap berada di kamar mandi. Begitu mudahnya untuk menyanyi, tapi perlu perjuangan yang keras untuk mau bernyanyi, apalagi di depan orang banyak, semisal dalam training. Kalau begitu mari kita bernyanyi , selagi ada kesempatan.   Mari kita mulai hari yang penuh dengan tantangan dengan nyanyian.  Dan silahkan anda nyanyikan lagu dibawah ini. INGAT JANGAN BERHENTI nyanyikan saja SAMPAI ANDA dapat memastikan membaca INTRUKSI di penutup LAGU berikut.Teringat pada satu waktu. Kuberjalan-jalan di muka rumahmu. Rasa gelisah dalam hatimu. Ingin kuber temu. | Reff. Sekilas tampaklah engkau dibalik pintu. Tersenyum dikau menusuk hatiku. Apa daya sejak saat itu. Nurani terganggu di setiap waktu. Berdebar selalu dalam hatiku. Ingin kuber temu.Silahkan anda nyanyikan lagi lagu di atas dengan melakukan sedikit perubahan pada tek yang bergaris bawah dan berwarna merah gantilah dengan kata ANULagu ini saya coba gunakan dalam training dengan ibu-ibu dan ini sangat mengesankan. Selamat mencoba dan tangkap bagaimana respons dan imajinasi mereka. Saya tentu tidak bertanggung jawab atas imajinasi anda dan imajinasi peserta dan silahkan jadikan pula ini untuk mulai menjelaskan tentang persepsi dan sudut pandang yang berbeda terhadap ANU.

Komentar ditutup.