|Sebulan Pimpin Aceh: Irwandi Melapor ke SBY|

 

Serambi Indonesia | 9 Maret 2007 

JAKARTA – Gubernur bersama Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, Kamis (8/3) melaporkan satu bulan pelaksanaan pemerintahan di Aceh kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta. 

Saat menerima pemimpin Aceh itu, Presiden SBY didampingi Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Pertemuan tersebut adalah yang pertama sejak Irwandi-Nazar dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh.

Pasangan Irwandi-Nazar terpilih sebagai pemimpin Aceh secara meyakinkan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 11 Desember silam. Keduanya dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohd Ma‘ruf.

“Hari ini persis satu bulan saya dilantik oleh Mendagri, dan melaporkan kepada Presiden sebulan pelaksanaan pemerintahan di Aceh,” ujar Irwandi dalam jumpa pers yang diantarkan Mendagri Mohd Ma‘ruf dan didampingi Wagub Muhammad Nazar.

Irwandi menyatakan, dalam kurun waktu ’seumur kangkung‘ jalannya pemerintahan di Aceh, dirinya telah melaksanakan beberapa hal antara lain konsolidasi dan pembinaan aparatur menyangkut disiplin dan kinerja aparatur, serta mempersipkan pelayanan satu pintu. “Ini dalam rangka memantapkan pelayanan masyarakat dan menangkal kemungkinan KKN,” sebut Irwandi yang mengenakan setelan jas warna gelap.

Kepada Presiden juga disampaikan, dirinya sudah melantik tujuh kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada silam. Dalam waktu dekat akan melantik lagi 10 kepala daerah yang lain yang juga hasil Pilkadasung 11 Desember 2006.

Bidang pembangunan ekonomi, Irwandi menyampaikan konsep ’pengembangan ekonomi kaum dhuafa‘ yang hasilnya akan dapat dilihat empat- lima bulan ke depan. “Saya juga melaporkan pembangunan jalan Meulaboh-Banda Aceh, pemanjangan run way Bandara Sultan Iskandar Muda dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter,” sebut Irwandi.

Menyinggung tentang iklim investasi di Aceh, Irwandi mengatakan saat ini sudah banyak investor yang berminat ke Aceh, antara lain dari Malaysia, Singapura, Jerman, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Turki. Investasi yang diincar adalah bidang bijih besi, pelabuhan, batu bara, pengolahan beras dan hasil pertanian lainnya, penerbangan dan lain-lain.

Moratorium logging

Program lain yang akan dijalankan pemerintahan Aceh yang baru, menurut Irwandi adalah menyelamatkan hutan Aceh. Irwandi menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumumkan moratorium logging di Aceh. “Jangankan illegal logging, yang legal logging pun harus dihentikan di Aceh,” tukas Irwandi. Menurutnya, dampak penebangan hutan di Aceh cukup luas seperti yang terjadi di Aceh Tamiang pada peristiwa banjir awal Desember lalu.

Menyinggung tentang penyelamatan eksosistem Leuser, Irwandi mengatakan pihaknya sudah membentuk sebuah badan pengelola (Bapel) yang dikukuhkan melalui SK Gubernur.

Pilkada Agara

Menjawab pertanyaan tentang Pilkada Aceh Tenggara (Agara), Mendagri Mohd Ma‘ruf mengatakan sudah memberi petunjuk kepada gubernur untuk memfasilitasi agar KIP melanjutkan proses tahapan Pilkada. “Tadi sudah dilaporkan kepada kami, bahwa sudah ketemu dengan pihak-pihak terkait. Harapan kita dalam waktu dekat, perhitungan perolehan suara di Aceh Tenggara bisa segera diselesaikan,” ujar Ma‘ruf.(fik) 

Komentar ditutup.