Sinatra Selesma


Membayangkan Sinatra Mengidap Selesma, sama halnya membayangkan kedukaan petani yang dirampas tanahnya, atau membayangkan apapun itu, membayangkan manusia yang kehilangan aset produksinya, jelas dan sangat jelas bayangan kematian.

Banyak Sinatra dikampung kita, sinatra yang nasibnya jauh lebih buruk ketimbang Sinatra yang terkena Selesma.

Sinatra dikampungku tak henti bertahmid, dalam diam-pun sinatra berdo’a semoga esok bisa makan.

Sungguh !,
Sinatra selesma bukan apapun, ketimbang Sinatra yang dirampas tanahnya.


Jakarta – Transit,
24 Juli 2006 pukul 09.30 pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s