Dalam Diam Aku Menangis


Dalam diam aku menangis
dan Orang tak-kan tahu
Tangisanku adalah kerelaan
Ikhlasku bukan tangisan

Keberatanku hanya satu
Ketaksanggupanku menatap
Menatap sudut rumah yang kosong
Kosong …
Kosong …
Dan Kosong …

Tak ada kopi
Tak ada Migoreng
Tak ada pindang
Tak ada senyum

Aku tak menangis,
Karena jalan hidup kita telah dititi dengan tangisan
Jalan yang liku dan terjal
Tak setetes-pun kita menangis
Aku menangis …
Melihat orang-orang menangis.

Polonia Medan, 28 Mei 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s