Feeds:
Tulisan
Komentar

Oleh Dewa Gumay

KONSUMSI total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Apa yang bisa dunia lakukan?. Pemanasan global tidak bisa dicegah, lantas apa yang bisa dilakukan ?, energi dan pikiran kita patutnya digunakan untuk mengatasi efek yang timbulkan, serta melakukan langkah-langkah pencegahan berubahnya iklim di masa depan.

Banyak cara bisa dilakukan, mulai dari melakukan tindakan praktis hingga pemberlakuan kebijakan bersifat international untuk menekan Negara-negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, agar menerapkan kebijakan pengurangan emisi. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi.

Lanjut Baca »

Sejarah Perubahan Iklim

Oleh Dewa Gumay

SEMUA kejadian di muka bumi mempunyai asal usul, tak terkecuali kejadian berubahnya iklim di muka bumi. Asal-usul atau sebab-akibat perubahan iklim secara sederhana dapat dilakukan dengan merunut tahapan-tahapan hingga terjadinya perubahan tersebut.

Tahapan pertama dimulai dengan meningkatnya jumlah gas rumah kaca dilangit kita, gas rumah kaca antara lain berupa uap air, karbondioksida, metana, nitrogen oksida, dan gas lainnya. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan, tetapi dapat juga timbul akibat aktifitas manusia.

Lanjut Baca »

Oleh Dewa Gumay

DALAM kurun waktu enam bulan, Pemerintah Aceh sudah melahirkan dua konsep penyelamatan hutan, Moratorium Logging dan Aceh Green. Uniknya ke dua konsep tersebut lahir di salah satu kawasan pariwisata terbaik di dunia, Nusa Dua, Bali.

Jika ditanya mengapa dua konsep hutan Aceh lahir di Nusa Dua, Bali?, kebetulan saja, kawasan ini kerap di dapuk menjadi tuan rumah pertemuan skala international, bisa jadi iklim dan fasilitas di kawasan ini lebih mendukung ketimbang wilayah lain. Pastinya, tidak ada latar belakang hubungan historis maupun aktual antara hutan Aceh dan kawasan Nusa Dua.

Lanjut Baca »

Oleh Dewa Gumay

PERDAGANGAN Karbon merupakan isu yang cukup hangat di perbincangkan di Aceh, ada pro dan ada kontra. Banyak persepsi dan perbedaan pendapat antara pendukung keduanya. Ada juga berpendapat bahwa perdagangan karbon adalah menjual hutan Aceh. Pertanyaannya, apakah betul perdagangan karbon dapat disamakan dengan menjual hutan Aceh? Agenda apa yang tersembunyi dibalik mekanisme perdagangan karbon?.

Menurut Carbon trade Watch (CTW), yang merupakan bagian dari Amsterdam based Transnational Institute menyebutkan bahwa, Carbon Trade tidak lebih dari mekanisme penebus dosa negara-negara barat yang sudah mengotori udara dunia dengan CO2 (WRM, issues 117 April 2007). Maka, ketika mekanisme karbon trade dipopulerkan, ia tidak lebih dari sebuah mekanisme imprealis atau penjajahan yang memaksa negara-negara berkembang untuk menjaga hutannya. Sementara, kebijakan ini di sorot banyak pihak membuka ruang bagi Multi Nasional Cooperation (MNC) tanpa terikat dengan aturan mekanisme carbon. Sebagai contoh, Negara Amerika Serikat yang menolak menandatangani protokol kyoto untuk mengurangi pembuangan karbonnya. Carbon Trade Watch (CTW) merupakan salah satu dari kelompok yang menolak mekanisme perdagangan karbon.

Lanjut Baca »

Oleh Dewa Gumay

KEBIJAKAN moratorium logging telah berumur satu tahun pada 6 Juni lalu. Saya lebih sepakat jika kebijakan ini di definisikan seagai alat atau instrumen untuk mencapai tujuan dalam menyusun kembali tata kelola hutan Aceh yang lebih adil bagi masyarakat dan berkelanjutan bagi ekosistem hutan itu sendiri. Tetapi, cara pandang dalam melihat kebijakan moratorium logging sebagai alat, juga perlu konsensus atau kesepakatan bersama bagi semua pihak. Konsensus ini diperlukan untuk mengeliminir munculnya ekpektasi atau harapan yang berlebihan, cara pandang parsial, mengeneralkan persoalan yang bersifat kasuistik, dan cenderung berpandangan sempit. Karena, bagi kebanyakan orang, moratorium logging selalu ditempatkan sebagai tujuan.

Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »