Oleh: Dewa Gumay
Kau tahu dalam setiap pergulatan sejarah
Aku kalah
Bahkan, jauh setelah perang
Aku telah dilupakan
Nietzsche benar tentang penggadaian idealisme
Seperti jurnalis menggadaikan jurnalistiknya
Mereka telah dilupakan Jauh setelah perang berakhir
Dan, Jenderal yang mendapat bintang
Arsip untuk ‘Goemay :::’ Kategori
Ideku Membusuk
Diposkan dalam Goemay ::: pada September 6, 2007 | 6 Komentar »
Orang-Orang Pelupa
Diposkan dalam Goemay ::: pada Agustus 21, 2006 | Leave a Comment »
Sungguhpun kita tak mampu mengingkari ketidakberdayaan kita pada sang waktu, sang waktu adalah raja-raja segala raja yang menciptakan kelupaan kita.
Kelupaan kita adalah ketidakpentingan, kebendaan atau apapun wujudnya. Kelupaan kita adalah ketaksanggupan kita memimpin pikiran kita.
Kelupaan kita adalah ketakberdayaan kita lainnya, dengan satu mantera, “ah, saya lupa,” sembuh-lah kelupaan kita.
Transit – Jakarta,
24 Juli 2006 pukul 09.40 [...]
Margareth
Diposkan dalam Goemay ::: pada Agustus 21, 2006 | Leave a Comment »
Kuceritakan kembali tentang hidup dan kehidupan
Tentang wanita yang berjuang sampai hayatnya
Dialah ibuku, emakku
Wanita yang selalu membuatku bergairah
Bergairah menjalani kehidupan dongeng dunia
Aku hidup di Negeri dongeng
Ada Negara yang menjual rakyatnya
Ada Negara yang menjajah negrinya
Atau Negara yang merampas tanahnya
Aku tak cukup kenal Margareth
Koran, televisi, dan Radio mengenalnya
Dari mereka aku kenal margareth
Jika pengandaianku tak salah
Ibuku adalah Margareth [...]
Sinatra Selesma
Diposkan dalam Goemay ::: pada Agustus 21, 2006 | Leave a Comment »
Membayangkan Sinatra Mengidap Selesma, sama halnya membayangkan kedukaan petani yang dirampas tanahnya, atau membayangkan apapun itu, membayangkan manusia yang kehilangan aset produksinya, jelas dan sangat jelas bayangan kematian.
Banyak Sinatra dikampung kita, sinatra yang nasibnya jauh lebih buruk ketimbang Sinatra yang terkena Selesma.
Sinatra dikampungku tak henti bertahmid, dalam diam-pun sinatra berdo’a semoga esok bisa makan.
Sungguh !, [...]
Sajak Untuk Ibu
Diposkan dalam Goemay ::: pada Agustus 20, 2006 | Leave a Comment »
Prologue :
27 Mei 2006, Selamat Jalan Ibuku, Baktiku tak akan usai tersampai hayatmu, walau jasadmu terakhir tak sedelik mata kulihat, Ombak-mu telah singgah dikarangku tahmidku untuk kelapangan Jalan-mu, Sesungguhnya ! Tuhan memberikan aku Banyak Ibu, yang hari ini masih kelaparan di jalan desa, kota, dan pelosok negeri lainnya, ditindas, dilukai, dihina dan dirampas haknya, tidakkah [...]



