Setiap Malam, hujan petir, dingin beku menjadi kebiasaan persetubuhan bagi korban tsunami, tenda darurat hanyalah saksi untuk menegaskan bahwa korban tsunami belum mempunyai rumah. Ini bukan soal cerita kesedihan dan ratapan, menjulang langit tak harus bersama lembaga donor dan pemberi mimpi yang ada di Aceh, menjulang langit dapat dilakukan dengan tangan-tangan gemetar, karena mereka masih lapar, jauh dari hingar-bingar cerita sukses pembangunan kembali korban tsunami dipower point orang-orang Jakarta.




2 responses so far ↓
kawansyam // 09/30/2007 at 6:00 pm |
Mmm…
Untungnya, meski saya (sedang menjadi) orang Jakarta,
tak pernah saya memaparkan
hehehe…
Salut untuk bung DeGum, saya tak salah menempatkan blog anda sebagai salah satu blog favorit saya…
5 Blog Lingkungan Yang Kerap Saya Kunjungi
dewagumay // 10/02/2007 at 11:59 am |
Thank’s Syam.
Tidak kah berlebihan … hehehe