
Oleh: Dewa Gumay
Kau tahu dalam setiap pergulatan sejarah
Aku kalah
Bahkan, jauh setelah perang
Aku telah dilupakan
Nietzsche benar tentang penggadaian idealisme
Seperti jurnalis menggadaikan jurnalistiknya
Mereka telah dilupakan Jauh setelah perang berakhir
Dan, Jenderal yang mendapat bintang
Ideku membusuk
Terbenam dalam kakus
Kakus yang menyimpan kebusukan
Mata rantai ekonomi dunia
Ideku membusuk
Masuk kedalam mulut-mulut bau
Yang berbicara tentang kesejahteraan
Tapi disampingnya, Orang kelaparan
Ideku membusuk
Ditelan busuknya hati-hati pendusta
Penganut ideologi proposal
Corak produksi penipu rakyat
Dan, Ideku membusuk
Bersama kepala dan tubuhku
Disiram proposal dan selembar kontrak
Tapi … kau tidak Devia, Anakku.
Medan, 5 Agustus 2007.



6 responses so far ↓
mahdi Ismail // 10/23/2007 at 8:17 am |
Bos, menarik sekali puisinya… jangan lupa creditnya dong….. hahhahahah
dewagumay // 10/23/2007 at 9:10 am |
Iya neh, kemaren photonya besar jadi diedit, tapi lupa kembali mencantumkan credit photo-nya. thank’s pak Mahdi atas pengingatannya. tapi sudah kuperbaiki, lihat photonya kembali, creditnya saya buat pada bagian atas.
Jangan kapok ya, kalau photonya, tak pakai lagi.
dan terima kasih atas kunjungannya.
mahdi ismail // 11/08/2007 at 8:09 am |
sip bos, get succes and goodluck ya…. nice block !
mymoen // 11/24/2008 at 1:45 am |
wauw, puisnya keren banget.. Photonya juga..
o ya, link ke Blog ABC, keliatan-a error tuh bos..
syam // 11/25/2008 at 7:26 am |
Baguslah kalau idemu sempat membusuk, Bob.
Biarkan saja terdekomposisi… terurai… menjadi bahan-bahan yang kaya nutrisi.
Kelak ia menjadi penyokong utama ide-ide baru bertumbuh.
Atau kalau masih tersisa energimu, awetkan saja ide-idemu.
Banyak kok bahan pengawet yang ramah lingkungan
Salam,
Syam
syam // 11/25/2008 at 8:54 am |
Mungkin…
Idemu membusuk adalah sebuah pertanda baik.
Biarkan saja terurai, terdekomposisi menjadi material yang lebih remah dan kaya nutrisi.
Siapa tahu…
Kelak ia menjadi media tempat ide-ide baru bertumbuh.
Ide-ide yang lebih sehat, brilian.
Atau kalau tersisa energimu,
coba bubuhi bahan pengawet.
Ada banyak bahan pengawet yang organik nan ramah lingkungan