Hutan dan Lingkungan Aceh

Entries from August 2006

Orang-Orang Pelupa

08/21/2006 · Leave a Comment

Sungguhpun kita tak mampu mengingkari ketidakberdayaan kita pada sang waktu, sang waktu adalah raja-raja segala raja yang menciptakan kelupaan kita.

Kelupaan kita adalah ketidakpentingan, kebendaan atau apapun wujudnya. Kelupaan kita adalah ketaksanggupan kita memimpin pikiran kita.

Kelupaan kita adalah ketakberdayaan kita lainnya, dengan satu mantera, “ah, saya lupa,” sembuh-lah kelupaan kita.

Transit – Jakarta,
24 Juli 2006 pukul 09.40 pagi

Categories: Goemay :::

Margareth

08/21/2006 · Leave a Comment

Kuceritakan kembali tentang hidup dan kehidupan
Tentang wanita yang berjuang sampai hayatnya
Dialah ibuku, emakku
Wanita yang selalu membuatku bergairah
Bergairah menjalani kehidupan dongeng dunia

Aku hidup di Negeri dongeng
Ada Negara yang menjual rakyatnya
Ada Negara yang menjajah negrinya
Atau Negara yang merampas tanahnya

Aku tak cukup kenal Margareth
Koran, televisi, dan Radio mengenalnya
Dari mereka aku kenal margareth
Jika pengandaianku tak salah
Ibuku adalah Margareth melebihi Thacer

Polonia – Medan,
28 Mei 2006

Categories: Goemay :::

Sinatra Selesma

08/21/2006 · Leave a Comment


Membayangkan Sinatra Mengidap Selesma, sama halnya membayangkan kedukaan petani yang dirampas tanahnya, atau membayangkan apapun itu, membayangkan manusia yang kehilangan aset produksinya, jelas dan sangat jelas bayangan kematian.

Banyak Sinatra dikampung kita, sinatra yang nasibnya jauh lebih buruk ketimbang Sinatra yang terkena Selesma.

Sinatra dikampungku tak henti bertahmid, dalam diam-pun sinatra berdo’a semoga esok bisa makan.

Sungguh !,
Sinatra selesma bukan apapun, ketimbang Sinatra yang dirampas tanahnya.


Jakarta – Transit,
24 Juli 2006 pukul 09.30 pagi

Categories: Goemay :::

Sajak Untuk Ibu

08/20/2006 · Leave a Comment


Prologue :
27 Mei 2006, Selamat Jalan Ibuku, Baktiku tak akan usai tersampai hayatmu, walau jasadmu terakhir tak sedelik mata kulihat, Ombak-mu telah singgah dikarangku tahmidku untuk kelapangan Jalan-mu, Sesungguhnya ! Tuhan memberikan aku Banyak Ibu, yang hari ini masih kelaparan di jalan desa, kota, dan pelosok negeri lainnya, ditindas, dilukai, dihina dan dirampas haknya, tidakkah ini kemalangan yang lebih malang dari kehilangan seorang Ibu, Aku meyakini kebahagian mereka adalah Kebahagian Ibuku di Akhirat, Amin. Tuhan masih bersama orang-orang Berani.


Dalam sudut mata yang tajam
Sangat jelas kugambarkan
Sosok yang mengawalkan kehidupanku
Dalam diam aku menangis

Dalam diam aku tetap menangis
Tak ada yang tahu aku menangis
Tak juga mata zohir
Jauh didalam sana teriris

Tak ada cerita …
Tentang kehilangan
Tentang pahit getir
Tentang kebodohan kita

Oh ……..
Sisakanlah satu cerita
Satu kenangan
Satu dongeng
Satu Impian kita

Sampai Khabar tersampai
Sampai itulah aku ikhlas

Ya … Rabbi,
Ikhlasku melebihi apapun
Ikhlasku tak akan berpendar

Dalam sudut rumah kita
Aku pasti mendapati sosoknya
Sosok yang selalu riang

Sekarang …
Setiap sudut rumah
Aku pun mendapati sosoknya
Sesuatu kenangan kita
Kita dan keluarga
Orang-orang yang kita cintai

Jakarta – Transit,
29 Mei 2006 pukul 08.30 pagi

Categories: Goemay :::

Penyesalanku Adalah Duka

08/20/2006 · Leave a Comment


Bisakah karang Simeulue berbisik
Tentu bagi orang yang paham bisikannya
Tanggal 27 Mei 2006, aku memahami bisikannya
Bisikan yang belum siap untuk kudengar

Jam 12.30 siang, jantung dan darahku melemas
Tak ada angin yang dibayar
Atau mantera Sibigo yang terkenal ampuh
Tiba-tiba lemas, dan aku tidur …

Ya … Allah,
Tidurku untuk emak
Wanita yang selalu berbisik
Berbisik untuk semangatku
Semangat orang miskin
Tapi ingin mengubahnya

Polonia Medan,
28 Mei 2006 pukul 17.30 sore

Categories: Goemay :::

Dalam Diam Aku Menangis

08/20/2006 · Leave a Comment


Dalam diam aku menangis
dan Orang tak-kan tahu
Tangisanku adalah kerelaan
Ikhlasku bukan tangisan

Keberatanku hanya satu
Ketaksanggupanku menatap
Menatap sudut rumah yang kosong
Kosong …
Kosong …
Dan Kosong …

Tak ada kopi
Tak ada Migoreng
Tak ada pindang
Tak ada senyum

Aku tak menangis,
Karena jalan hidup kita telah dititi dengan tangisan
Jalan yang liku dan terjal
Tak setetes-pun kita menangis
Aku menangis …
Melihat orang-orang menangis.

Polonia Medan, 28 Mei 2006

Categories: Goemay :::

Tentang Sabang

08/20/2006 · Leave a Comment


Kuceritakan Sabang dari Ulele
Sabang Molek dan cantik
Tak ada petualang ragu
Karena Sabang, bali sumatera

Galian batu adalah Sabang
Dari Paya Seunara sampai Blangtunong
Gali batu bangun reklamasi
Gali batu tambah daratan

Gali batu, siapa untung ?
Aku tahu

Gali batu, siapa yang kaya ?
Aku tahu

Gali batu, siapa yang rugi ?
Tak perlu kujawab, kalian sudah tahu.

Rumah Hijau – Aceh, 22 January 2006

Categories: Goemay :::