Juni 10, 2009 oleh dewagumay

INGUB No. 5 Tahun 2007 / Moratorium Logging
Oleh Dewa Gumay
DUA tahun lalu, tepatnya 6 Juni 2007, Gubernur Pemerintah Aceh mengeluarkan gagasan dan strategi bagaimana menyelamatkan hutan Aceh yang tersisa. Gagasan ini kemudian menjadi kongkriet dengan keluarnya Instruksi Gubernur No. 5 tahun 2007 tentang jeda tebang untuk hutan alam, atau lebih popular dengan istilah moratorium logging.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dewa Gumay ::: | Bertanda Moratorium Logging Hutan Aceh | 1 Komentar »
Oktober 13, 2008 oleh dewagumay
Oleh Dewa Gumay
MEMASUKI cagar alam jantho, sebuah papan nama bercat dasar hijau bertuliskan “Cagar Alam Pinus Jantho 16.600 ha”. Di bawahnya tumbuh alang-alang setinggi lutut. Tak jauh dari papan nama tersebut, puluhan pohon pinus berdiri tegak menghitam habis terbakar.
Hampir delapan kilometer memasuki kawasan cagar alam, jalan tanah merah mulai tertutup alang-alang, jalan mulai mendaki. Selang dua puluh meter di depan, hawa panas di sertai suara gemeretak alang-alang terbakar memanjang di kanan jalan.
Sejak proyek jalan Jantho menuju Keumala tahun 1991 menembus kawasan ini, hampir setiap musim kemarau ratusan pohon pinus di lalap api, penyebabnya tidak jelas. Proyek jalan ini akhirnya di hentikan tahun 1992 oleh Departemen Kehutanan, karena melanggar undang-undang. Tapi, delapan kilometer jalan tanah sudah menembus jantung kawasan, sejak itu kawasan ini tidak perawan lagi. Pembalak liar dan perburuhan satwa semakin marak dengan terbukanya kawasan ini.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dewa Gumay ::: | Bertanda kasus pembukaan cagar alam jantho Aceh | 13 Komentar »
Agustus 27, 2008 oleh dewagumay
Teks Oleh Dewa Gumay & Tisna Nando
Foto Oleh Ari Mulizar

Meniti seutas tali, jalan menuju Sikundo
DI ATAS Sungai Meurebo. Dua tali kawat sepanjang 30 meter melintasi arus deras berbatu. Satu sebagai titian, satu lagi dipasang sejajar keatas untuk pegangan. Setiap jarak lima meter, bambu setinggi sepuluh meter diikat ke tali kawat sebagai penopang, ujungnya dibenamkan ke dasar sungai. Inilah jalan menuju Desa Sikundo, Kemukiman Lango, Kecamatan Pante Ceremen, Aceh barat. Tempat ini merupakan bagian dari ekosistem kawasan hutan Ulu Masen.
Meniti seutas tali kawat berdiameter dua centimeter, memerlukan keseimbangan tubuh, jika tidak, resikonya akan terjatuh digulung arus deras dan terbentur batu cadas Sungai Meurebo, seperti yang pernah dialami oleh seorang prajurit TNI dimasa konflik. Terjatuh, lalu meninggal.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dewa Gumay ::: | Bertanda Sikundo dan Jejak Perjuangan Cut Nyak Dhien | 2 Komentar »
Agustus 25, 2008 oleh dewagumay
Teks Dewa Gumay ¦ Foto Mahdi Ismail

Konflik Satwa-Manusia, kini masif terjadi di hutan Aceh
“Konflik antara satwa dan manusia terjadi masif di pinggiran hutan Aceh, perebutan ruang adalah substansi latar belakang lahirnya konflik. Manusia perlu melihat kembali tata kelola dan ruangnya dengan rasional, jika tidak, catatan konflik akan terus bertambah. Manusialah yang harus berpikir, karena satwa tak mungkin bernegosiasi membatasi wilayah jelajahnya. Konflik satwa-manusia, laksana mengurai benang kusut, dari persoalan habitat satwa yang mulai sempit hingga dana penanggulangan yang minim, semuanya terjalin kelindan dengan urusan kewenangan pengelolaan konservasi antara pusat dan daerah. Kandasnya, ada persoalan laten menyelusup di balik konflik satwa liar.”
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dewa Gumay ::: | Bertanda Konflik Satwa-Manusia di Hutan Aceh | 1 Komentar »
Agustus 13, 2008 oleh dewagumay
Reportase Mahdi Ismail
Ditulis Oleh Dewa Gumay

Profesi sebagai penarik kayu Illegal atau buruh angkut kian marak di hutan Aceh
LAKI-LAKI kekar setengah baya, dan seekor kerbau penarik kayu, berjalan pelan menyusuri jalan setapak. Siang itu, beban seberat dua ratus dim ditarik sang kerbau menuju sebuah Desa di pedalaman Aceh. Satu meter kubik setara dengan seribu dim.
Mereka telah berjalan kurang lebih delapan kilometer dari hutan alam tempat kayu ditebang. Setiap kali kerbau berhenti, pahanya selalu menjadi sasaran pukulan laki-laki kekar itu. Menarik kayu setiap harinya merupakan kewajiban, jika tidak, keluarganya akan kelaparan.
Keringat sebesar bulir jagung membanjiri tubuhnya, sesekali tangannya yang kasar menyapu keringat di mukanya. Siang itu, tugasnya telah selesai, menarik kayu hasil tebangan ke tempat penampungan akhir milik seorang touke kayu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Dewa Gumay ::: | Bertanda Illegal Logging | 2 Komentar »